Showing posts with label Local Brand. Show all posts
Showing posts with label Local Brand. Show all posts

Sunday, October 13, 2019

Review: La Tulipe Creamy Lips Color Balm All Shades (Cherry Mojito, Strawberry Mojito, and Coffee Mojito)

reiew-la-tulipe-creamy-lips-color-balm-all-shades-cherry-mojito-strawberry-mojito-coffee-mojito-esybabsy

Buat yang beberapa minggu lalu sempet liat Instagram Story gue, mungkin ada yang inget gue sempet unboxing La Tulipe Creamy Lips Color Balm ini dengan begitu excited-nya hanya karena kemasannya lucu. Alasan ini juga yang bikin gue beli lipstik baru, padahal gue lagi eneg banget sama lipstik karena udah kebanyakan numpuk di laci.

reiew-la-tulipe-creamy-lips-color-balm-all-shades-cherry-mojito-strawberry-mojito-coffee-mojito-esybabsy

reiew-la-tulipe-creamy-lips-color-balm-all-shades-cherry-mojito-strawberry-mojito-coffee-mojito-esybabsy

Dari kemasan, menurut gue ini adalah kemasan lipstik terlucu dan terniat versi brand lokal yang pernah gue lihat seumur hidup gue. Design botolnya itu menyerupai gelas dengan topping berupa jelly (atau es?) dan sedotan garis-garis, terus di botolnya ada gambar kayak tumpahan jus.

Tuesday, September 17, 2019

Review: Wardah Colorfit Velvet Matte Lip Mousse in Brown Dreamer (01) and Red Pioneer (07)

review-wardah-colorfit-velvet-matte-lip-mousse-brown-dreamer-01-red-pioneer-07-esybabsy

Gue ga pernah bosen beli lipstik padahal bibir cuma sepasang. Udah gitu lipstik yang gue beli warnanya paling begitu-gitu aja. Muter aja antara merah, pink, coklat. Yaaa karena emang itu warna lipstik yang umum sih. Cuma gue ga sampe maruk banget sampe tiap ada lipstik yang baru muncul langsung gue beli. Kayak beberapa tahun lalu, Wardah sempet launch Exclusive Matte Lip Cream. Gue sempet hore-hore liat swatch-nya di internet. Tapi ya udah, gitu aja. Ga napsu mau beli. Belinya pas udah ga trend lagi, dan pas dipake, gue emang ga terlalu suka sama formulanya.

Beda halnya dengan produk terbaru Wardah ini, Wardah Colorfit Velvet Matte Lip Mousse, ga tau kenapa, pas liat packaging-nya aja udah bikin kuping gue berdiri. Wadaw, ke-Korea-an sekali. Kan pas banget gue lagi demen-demennya sama kosmetik Korea. Hehehe. Akhirnya gue memutuskan beli tapi dua warna aja. Gue pilih yang kira-kira kombinasinya pas buat bikin gradient lips.

Monday, March 11, 2019

Review: Looke Cosmetics Holy Lip Series All Shades

looke-cosmetics-holy-lip-series-all-shades-review-esybabsy

Kalian udah pernah denger tentang Looke Cosmetics? Kalau belum, mungkin ada yang udah familiar dengan brand skincare lokal bernama Avoskin? Nah dua brand ini berada dalam payung perusahaan yang sama. Setau saya, Avoskin adalah salah satu brand skincare lokal paling niat yang saya pernah denger dan coba. Jadi begitu denger kalo mereka adalah sisters, saya lumayan penasaran pengen nyoba.

Sampai saat post ini diturunkan, Looke Cosmetics baru memiliki satu jenis produk yaitu Holy Lip Series yang terdiri dari Holy Lip Creme dan Holy Lip Polish. Kedua produk ini, selain sudah memiliki label Halal, juga sudah terdaftar di PETA sebagai produk yang Cruelty Free dan Vegan. Kalau sampai hal sedetil itu diperhatikan oleh mereka, saya cukup yakin kalau produk yang mereka launch ini bukan produk sembarangan. Komposisi bahan yang digunakan sudah dipastikan aman dipakai. Ini pas banget dengan kampanye Looke Cosmetics: Celebrating The New You. Maksudnya dengan menggunakan produk yang sudah dijamin keamanannya, kita bisa lebih bisa lebih berekspresi dalam makeup dengan menyebarkan aura positif ke sekitar kita.

Saturday, January 12, 2019

Review: Wardah Everyday Cheek & Lip Tint in All Colors (Red Set Glow, My Baerry, Pink on Point)

wardah-everyday-cheek-and-lip-tint-red-set-glow-my-baerry-pink-on-point-review-esybabsy

Wardah Everyday Cheek & Lip Tint ini awal munculnya udah dari enam bulan lalu, tapi entah kenapa dulu gue lebih kepincut sama lip tint dari La Tulipe hanya karena kemasannya lebih lucu. Biasalah, namanya juga banci packaging. Cuma setelah baca banyak review, banyak yang suka dengan formula lip tint Wardah ini. Plus harganya terjangkau pula. Jadi gue memutuskan untuk beli semua warnanya.

Tuesday, September 11, 2018

Review: La Tulipe Cosmetiques Lip Tint Semua Warna (Cotton Candy, Red Vevet, Peach Cake)

la-tulipe-cosmetiques-lip-tint-cotton-candy-peach-cake-red-velvet-review-esybabsy


Coba ya, gue tanya, jawab aja dalem ati tapi... Apa yang kamu pikirkan pas liat foto produk di atas? Lip tint merk Korea. No! Ini merk lokal, tepatnya La Tulipe Cosmetiques. Pas liat di Instagram pun gue pikir ini merk Etude House yang terkenal itu karena kemasannya ini beneran plek ketiplek mirip banget.

Tapi terlepas dari ini hasil niru apa nggak, gue penasaran. Merk lokal sekarang lagi gencar ngeluarin lip cream matte. Lah terus kok ini ada lip tint nongol sendiri. Bagus kah? Itu yang bikin gue penasaran. Gue gak peduli ini hasil niru apa ngga. Because, you have to support your local brand, right?

Saturday, June 2, 2018

Review: QL Cosmetics Lip Cream Matte Nude Series All Shades dan Eyebrow Cream

ql-cosmetics-lip-cream-matte-nude-series-all-shades-eyebrow-cream-review-esybabsy



QL Cosmetics ini adalah salah satu brand asli Indonesia yang lumayan banyak fans-nya karena produknya tuh variatif banget dan haranya juga relatif terjangkau. Jangan kuatir ini merk abal, sama sekali nggak karena sudah terdaftar di BPOM.

Tahun lalu saya sempet mereview QL Cosmetics Lip Cream Matte yang terdiri dari delapan warna (baca review-nya di sini). Nah, kalo tahun ini mereka kembali mengeluarkan lip cream matte yang sama tapi dengan tambahan empat warna baru, dan semuanya itu serba nude. Kalo sekilas liat botolnya, warnanya itu mirip-mirip ya. Tapi jangan ngejudge dulu sebelom baca review di mari sampe tamat.

Wednesday, May 16, 2018

Review: Inez Cosmetics Suede Lip Color in Amethyst (07), Persian Violet (08), and Deep Purple (09)

inez-cosmetics-suede-lip-color-amethyst-07-persian-violet-08-deep-purple-09-review


Baru-baru ini Inez Cosmetics meluncurkan produk terbarunya yaitu Suede Lip Color. Saya kurang tahu persisnya kapan, tapi kalo dilihat dari Instagramnya sih sekitar bulan Maret 2018. Masih baru banget yah. Sebenernya saya males nyobain produk yang masih baru karena nyari review-nya susah. Yaelah, beneran susah (ngomel sendiri). Mau nyoba kalo ngga baca review itu macam manggil abang-abang bakso malang, enak ga enak tetap harus beli karena udah terlanjur manggil. Tapi pas lihat pilihan warnanya, darah rasanya berdesir. Semuanya ada 9 warna yang menurut saya lumayan komplit dari warna kalem sampe warna bold. Kalo mau tau lebih lengkap mungkin bisa main-main ke akun Instagramnya @inezcosmetics yah temans.

Thursday, April 5, 2018

Review: JustMiss Umbra Eyeshadow Palette (Tanned dan Tease)

justmiss-umbra-eyeshadow-palette-tanned-tease-review


Finally, JustMiss ngeluarin palet eyeshadow yang agak decent. Hehehe... No di sini gue bukannya mau belagu ya. Tapi beneran deh, dari beberapa palet eyeshadow-nya terdahulu gue gak suka sama bentuk keseluruhannya. Entah itu dari pilihan warna, wangi, sampe kemasannya. Bukannya gue gak suka sama merk ini karena pensil alisnya juara (tahan gue pake berenang bo!) dan lip cream matte-nya juga gak kalah kece.


justmiss-umbra-eyeshadow-palette-tanned-tease-review


Palet eyeshadow yang gue maksud di sini adalah Umbra. Btw, namanya mengingatkan gue sama gerhana matahari hahaha. Umbra ini terdiri dari dua varian yaitu Tanned dan Tease. Kemasannya simpel tapi keliatan mahal, terbuat dari plastik hitam dengan kotak yang hitam juga, tutupnya transparan tanpa kaca dengan holographic print UMBRA gede-gede. Keren sih diliatnya. Sekilas kayak palet Huda Beauty gitu. 

JustMiss Umbra Eyeshadow Palette ini gue beli di www.justmiss.com dengan harga Rp. 55.000/buah.

Ukurannya lumayan mungil, kira-kira cuma segede telapak tangan jadi praktis kalo mau diajak vakansi. JustMiss Umbra Eyeshadow Palette ini juga dilengkapi dengan aplikator busa dua sisi. Sedihnya, ngga terlalu banyak faedah yang bisa gue petik dari aplikator ini. Bisa dipake, tapi sekedar bisa. Jangan mengharapkan hasil yang paripurna.


justmiss-umbra-eyeshadow-palette-tanned-tease-review

justmiss-umbra-eyeshadow-palette-tanned-tease-review


Tiap JustMiss Umbra Eyeshadow Palette ini terdiri dari sembilan warna yang semuanya merupakan warna netral. Hasil akhirnya campur ya antara matte, shimmer, sampai satin. Tiap warnanya punya nama masing-masing. Untuk yang satu ini gue mau angkat topi ngasi hormat dulu sama product designer-nya karena mau repot-repot memikirkan hal sedetil itu. Cuma karena gue orangnya suka disorientasi sama nama, selanjutnya akan gue sebut dengan angka saja ya. Mohon maaf.

Oke, untuk lebih detilnya mendingan gue bahas satu persatu.



TEASED



justmiss-umbra-eyeshadow-palette-tanned-tease-review


JustMiss Umbra Eyeshadow Palette Tease ini kayaknya ingin mengusung tema rose gold karena isinya adalah warna-warna bernuansa coklat dengan undertone pink/cool, meski ngga semua. JustMiss sendiri bilang kalo palet Tease ini bisa membuat riasan mata terkesan sweet.


justmiss-umbra-eyeshadow-palette-tanned-tease-review


Warna matte di palet Tease ini hanya ada tiga yaitu yang nomor 2, 3, dan 8 dan cocok banget dijadiin warna transisi atau dipakai tersendiri. Untuk warna nomor 1 sekilas kayak matte tapi sebenernya satin, cocok dijadikan base setelah memakai eyeshadow primer atau highlight tulang alis. Semua warna yang gue sebutin ini punya pigmentasi yang lumayan bagus, terutama nomor 8 paling yahud. Kelemahannya agak chalky dan fall-out dikit tapi gampang dibaur.

Sisanya nomor 4, 5, 6, 7, dan 9 adalah warna-warna shimmer yang ngga perlu diragukan lagi pigmentasinya. Shimmer gitu loh, pasti buttery. Untuk nomor 9 adalah favorit gue karena nuansanya coklat abu-abu shimmer yang unik, jarang ada.



TANNED



justmiss-umbra-eyeshadow-palette-tanned-tease-review


Nah kalo JustMiss Umbra Eyeshadow Palette Tanned ini lebih ke warm tone. Dibanding palet Tease menurut gue palet yang ini warnanya ngga terlalu variatif, kebanyakan warna terangnya, yang bikin beda sih cuma karena ada warna hitam.


justmiss-umbra-eyeshadow-palette-tanned-tease-review


JustMiss Umbra Eyeshadow Palette Tanned ini memiliki dua warna matte yaitu nomor 2 dan 3 yang cocok juga buat warna transisi atau dipake sendirian. Di sini juga ada warna satin yaitu nomor 1 dan 4. Warna-warna 1 sampai 4 ini surpisingly pigmentasinya juga bagus. Lumayanlah gitu. Agak chalky tapi masih bisa dimaafkan.

Untuk warna 5 sampai 8 adalah warna shimmer yang pigmentasinya ngga kalah bagus. Terus gue rada gak yakin warna terakhir yang hitam itu masuk kategori apa. Dibilang satin tapi blink-nya lebay, dibilang shimmer tapi kurang shiny. Ya sudahlah, mungkin antara satin dan shimmer... syaimer gitu lah. Untuk si hitam ini menurut gue ada nuansa hijaunya sedikit. Nggak item banget gitu.


***


Kalo ada yang mau liat kayak gimana hasilnya pas dipake, mungkin bisa gue kasi liat hasil makeup gue menggunakan  JustMiss Umbra Eyeshadow Palette. Please jangan ditanya palet yang mana buat makeup yang mana karena gue menggunakan campuran antara kedua palet ini.


justmiss-umbra-eyeshadow-palette-tanned-tease-review

justmiss-umbra-eyeshadow-palette-tanned-tease-review



So far menurut gue JustMiss Umbra Eyeshadow Palette ini lumayan oke buat dijadikan koleksi. Warna-warnanya netral jadi pasti bakal banyak kepake. Mau dandan natural atau bold bisa kalian kreasikan sendiri. Pigmentasinya juga lumayan untuk harga segitu. Pokoknya gue ngga kecewa lah beli kedua palet ini. 

Kekurangannya, ada beberapa warna yang menurut gue cukup mirip yang ada di kedua palet ini. Apalagi ini kan palet netral yah, jadi beda warna sedikit aja ngga terlalu pengaruh. So kayaknya beli salah satu aja juga cukup. Kecuali kalo kamu termasuk orang yang tamak, rakus, dan serakah kayak gue, bolehlah beli dua-duanya. 

Favorit gue di antara kedu palet ini adalah yang Tease karena warnanya cukup lengkap, nggak ada warna yang mirip banget satu sama lain, jadi ngga mubazir. Untuk warna hitamnya sih kebetulan gue punya beberapa single eyeshadow hitam, atau dari palet lain. Kalo Tanned warnanya banyak yang mirip. Tapi itu sih pendapat gue aja.









Monday, August 21, 2017

Review: Wardah Exclusive Matte Lip Cream in Pink Me (04) and Feeling Red (06)

WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY


Gak ada habis-habisnya ya kalo mau ngomongin matte lip cream. Buat yang udah bosen sama review produk sejenis ini kayaknya harus menyerah deh, karena sepertinya ini akan jadi trend yang lumayan long lasting, mungkin sampai beberapa ratus tahun ke depan :D

Nah salah satu lip cream merk lokal yang ngehits banget tapi kaga gue review-review adalah Wardah. Kenapa? Males aja sih. Tiap mau beli, hasratnya keburu kesalib beli yang laen. Misalnya lagi liat-liat Wardah lip cream ini di Dandan Store, eeeh ujug-ujug malah beli minyak kayu putih. Hal ini terus berulang sampe akhirnya Wardah mengeluarkan seri baru dari Exclusive Matte Lip Cream ini. Akhirnya ya udah gue beli juga.


WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY



Kemasan Wardah Exclusive Matte Lip Cream ini standar aja berupa silinder dari plastik dan tutup berwarna silver. Silinder-nya ini transparan (atau at least berwarna persis seperti isinya) jadi gampang banget kalo mau liat warna lip creamnya. Untuk kotaknya sendiri berwarna mirip dengan warna lip cream-nya juga, gue suka banget design kotaknya. Lucu-lucu pop art gitu, beda sama design kotak lamanya yang warna silver. Yang gue suka lagi, di kotaknya ini tertulis jelas jenis warnanya, komposisi bahan, no BPOM, tanggal kadaluarsa, pokoknya lengkap deh. Cuma PAO aja yang nggak ada. Untuk yang satu ini kayaknya cukup berpatokan sama tanggal kadaluarsanya aja.



WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY


WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY


WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY


Aplikatornya berbentuk doe foot seperti umumnya produk sejenis, tapiii ukurannya lebih panjang dan lancip. Bantalannya juga empuk jadi lumayan membantu hasil aplikasi yang lebih rata.



WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY


Ada total 12 warna dari seri Exclusive Matte Lip Cream ini, maunya sih gue beli semua. Tapi gue mikir, mau ditarok di mana lageee lipstik-lipstik gue. Adoooh. Akhirnya setelah add cart semaleman, paginya gue delete beberapa warna dan menyisakan dua warna ini aja: Pink Me dan Feeling Red.


WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY



Tekstur produk ini berupa krim yang pas konsistensinya, gak terlalu cair atau kental. Sekali oles di tangan langsung keluar warnanya. Aromanya seperti vanilla atau kue. Soft sih, nggak terlalu menusuk. Tapi samar-samar masih tercium bau kimia kayak cat. Meskipun begitu ini akan hilang dengan sendirinya setelah dioleskan beberapa menit.



WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY
Wardah Exclusive Matte Lip Cream in Feeling Red

FEELING RED ini adalah merah dengan warm/orange undertone. Banyak yang bilang ini cool undertone tapi gue kaga ngeliat ada cool-cool-nya sama sekali. Warna ini bagus walau jauh dari ekspektasi gue yang ngarepin dapet true tone red. Feeling Red ini cocok buat pemilik kulit terang atau medium. Formulanya juga juara. Sekali oles langsung rata, cinta deh pokoknya sama yang ini.



WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY
Wardah Exclusive Matte Lip Cream in Pink Me

PINK ME. Gue suka mendeskripsikan warna ini dengan istilah 'pink susu stroberi' karena emang literally mewakili susu stroberi banget. Warna ini kurang cocok buat yang punya kulit medium karena hasilnya akan keliatan neon. 

Pigmentasi dan formulanya gak sebagus Feeling Red karena untuk sekali oles gak langsung rata. Kalo mau dioles lagi saran gue tunggu sampe kering dulu karena kalo gak hasilnya bisa seperti gambar di atas. Ancur. Aslinya kalo kalian cukup sabar mengoleskannya hasilnya bisa matte dan smooth seperti gambar swatch di bawah ini. Untuk gambar yang di atas itu sengaja gue post juga walau ancur karena di foto itu warnanya lebih mendekati aslinya.


WARDAH-EXCLUSIVE-MATTE-LIP-CREAM-REVIEW-ESYBABSY

Wardah Exclusive Matte Lip Cream in Pink Me



Wardah Exclusive Matte Lip Cream ini bukanlah matte lip cream yang transferproof, hasilnya gak dead matte karena tetap akan nempel kalau tersentuh, walau transfernya nggak akan separah kalo pake lipstik creamy yah. Enaknya lip cream model begini, dia gak bikin bibir berasa ketarik banget. 

Begitu dioles dia perlu waktu yang lumayan lama untuk bener-bener kering sempurna, jadi kalian harus sabar dan tahan godaan untuk tidak mengatupkan bibir kalo belom kering bener. Sedikit catatan, Feeling Red lebih cepet kering dibanding Pink Me.

Daya tahan produk ini lumayan bagus, kedua warna ini menempel lumayan lama. Cuma emang setelah makan ada sedikit bagian yang rontok. Gak enaknya setelah dibawa makan, di bagian dalam bibir dia berubah agak flaky gitu.

Overall, di luar dari semua kekurangannya, produk ini gue bilang kualitasnya lumayan layak untuk dikoleksi. Pilihan warnanya lumayan banyak dan semuanya tergolong warna-warna aman. Harganya juga terjangkau, per buah dibandrol dengan harga rata-rata Rp. 50.000. Untuk harga segitu sih gue gak mau terlalu muluk-muluk mimpinya. 




Tuesday, May 23, 2017

Review: Viva Perfect Matte Lip Color in 704, 705, 706, 709

REVIEW-VIVA-PERFECT-MATTE-LIP-COLOR-ESYBABSY



Berhubung sekarang lagi demam matte lip cream, gue rada nunggu-nunggu Viva juga launch. Penasaran aja, soalnya pas merk lokal rata-rata udah pada ngeluarin matte lip cream, si Viva doang nih yang masih adem ayem. Kayak gak terpengaruh trend. Tapi pas tau kalo mereka juga launch lipstik baru, gue rada kecewa karena yang ada justru lipstik matte biasa. Tapi sekecewa-kecewanya gue, toh gue tetep beli juga, dan gue ga butuh alasan untuk itu. Hehehehe...



REVIEW-VIVA-PERFECT-MATTE-LIP-COLOR-ESYBABSY


Ok, jadi lipstik ini tuh dikemas dalam tube warna item matte dengan tulisan berwarna gold dan kotak kuning. Kotaknya sih biasa, ala-ala Viva. Tapi tube-nya keren banget, kayak lipstik mahal, trus megangnya enak soalnya alus. Kadang kalo lagi megang lipstik ini, gue rada keingetan sama Astor.

Viva Perfect Matte Lip Color ini memiliki 10 varian warna. Awalnya, sifat tamak dan loba gue sempat membisikkan godaan untuk membeli semua warnanya, namun Alhamdulillah akal sehat gue masih sedikit mendominasi, dan akhirnya gue memutuskan membeli 4 warna saja, yaitu 704, 705, 706, dan 709. Tiap-tiap angka itu punya nama sendiri sih, tapi lebih enak ngapalin angkanya.



REVIEW-VIVA-PERFECT-MATTE-LIP-COLOR-ESYBABSY


REVIEW-VIVA-PERFECT-MATTE-LIP-COLOR-ESYBABSY


REVIEW-VIVA-PERFECT-MATTE-LIP-COLOR-ESYBABSY


REVIEW-VIVA-PERFECT-MATTE-LIP-COLOR-ESYBABSY


REVIEW-VIVA-PERFECT-MATTE-LIP-COLOR-ESYBABSY


REVIEW-VIVA-PERFECT-MATTE-LIP-COLOR-ESYBABSY


REVIEW-VIVA-PERFECT-MATTE-LIP-COLOR-ESYBABSY




REVIEW-VIVA-PERFECT-MATTE-LIP-COLOR-ESYBABSY
704 Barely Nude

Barely Nude di bibir gue jadinya coklat bernuansa pink dengan tone hangat. Warna ini bisa juga dibilang warna MLBB, satu yang bakalan banyak jadi favorit kawula muda. Halah...



REVIEW-VIVA-PERFECT-MATTE-LIP-COLOR-ESYBABSY
705 Mocha


Mocha juga warna MLBB, tapi yang ini coklat dengan nuansa peach. Sama hal nya dengan Barely Nude, warna ini akan banyak digemari para kawula muda. Kalo gue pake ini katanya muka gue cakepan, tapi kok gue pribadi kurang suka ya... sukaan sama Barely Nude.




REVIEW-VIVA-PERFECT-MATTE-LIP-COLOR-ESYBABSY
706 Marsala


Marsala adalah warna mauve, alias pink keunguan. Bagi gue mauve itu warna yang pas, ga terlalu nude/pucat tapi ga bold juga. 



REVIEW-VIVA-PERFECT-MATTE-LIP-COLOR-ESYBABSY
709 Scarlet


Scarlet. Sesuai dengan namanya, Scarlet adalah merah dengan tone netral. Pokoknya merah yang semerah-merahnya, atau merah ibu-ibu pengajian. Dah itu aja yang bisa gue bilang tentang warna ini.


***


Semua varian warna yang gue pilih ini pigmentasinya oke banget, pokoknya dioles juga gampang banget ratanya, nggak menggumpal, kayak ngolesin krayon aja. Teksturnya lembut kayak mentega, cuma ya pastinya cepet abis sih. Warna yang dioles juga hasilnya solid. Apa yang terlihat di bullet-nya, maka warna itu yang akan kamu dapatkan. 

Hasilnya matte tapi tetap transfer. Gampang banget pula transfernya dan kurang awet. Baru gue pake makan sekali aja udah luntur. Terus dia juga berasa agak berat, di bibir tuh berasa tebel banget. Beda sama merk 'anu' yang sempet hits beberapa waktu lalu (bahkan sampe sekarang) yang ringan banget di bibir. Tapi enaknya Viva Perfect Matte ini gak bikin bibir gue kering.

Untuk aroma, gue rasa gak ada yang perlu dikhawatirkan dengan produk ini. Viva kan terkenal dengan produk-produknya yang beraroma kembang setaman mekar mewangi, tapi Alhamdulillah kamu gak perlu khawatir menemukan bau seperti itu pada lipstik ini. Seger lah baunya, gak menyengat.

Sedikit saran buat kamu-kamu yang mau beli ini di web resminya, jangan percaya-percaya amat sama gambarnya. Beda booo. Sering-sering aja pantengin review para mba, om, tante, oma, kakak, dan adek beauty blogger. Ntar kamu baru bisa nentuin warna yang sebenarnya. Ini juga yang jadi alasan gue gak mau beli semua varian warnanya, karena warna Redwine misalnya, keliatan ungu bold yang keren banget di web, tapi pas udah gue liat review beberapa orang, kok warnanya tampak nanggung. 

So far lipstik ini gue bilang lumayan kok. Sekali lagi, kalo ngebandingin sama merk 'anu', harganya masih agak lebih murah Viva. Pilihan warnanya juga aman-aman. Harga produk ini dibandrol Rp. 34.000 di web resminya. Dan so pasti akan lebih murah kalo kamu beli langsung di toko.






Tuesday, July 15, 2014

Review: Viva Compact Powder (Natural)

Eeeeh ketemu lagi kita :D

Bulan Juni 2014 ini, aku kayaknya sudah banyak membombardir teman-teman semua dengan ulasan tentang lip products, dari lip balm, lip tint, lip pigment, lipstik... Dan sepertinya akan berlanjut lagi sih sampe beberapa post ke depan.

Tapi biar ga bosen, aku post dulu deh tentang salah satu 'pelapis muka' yang biasa aku pake buat bedendong di rumah selama setahunan ini.


Sebenernya bedak andelanku itu Maybelline Clear Smooth, murmer, coverage bagus, awet. Cuman berhubung aku rada perhitungan, sayang amat bedak harga 20ribu perak buat dipake tiap hari, padahal di rumah doang. Pas pertama liat ini di toko kosmetik pasar tradisional deket rumah. Liat penampakannya langsung demen, hahaha. Packaging minded banget. Udah gitu murah pula, IDR 8000-an. Setelah abis satu tempat, mo beli lagi gak nemu terus. Akhirnya beli lah di website, cuman harganya lebih mahal, sekitar 10 atau 11 ribu.



Kenapa aku demen packagingnya? Vintage bo. Tempatnya ini plastik warna oren goooonjreng banget, plus ada ukiran warna silver gitu. Hahaha, kuno banget! Dan bentuknya bulet pula, jadi inget jam rantai ala-ala steam punk sekitar seabad lalu. Btw, karena kemasannya ini plastik yang agak berat, bisa dipastikan kalo kamu banting bakal pecah. Jadi jangan di banting... Kecuali gak sengaja hehehe.



Yang lebih memperkuat aura vintage-nya tuh adalah kotaknya, masih dengan warna oren, sodara-sodara. Udah gitu ada foto (atau lukisan) gambar bunga dengan kualitas saturation dan lighting yang sangat tidak tepat, alias terlalu terang, jadi putih-putih gitu gambarnya. Eh, btw, liatkah kamu ada logo halal dari MUI di sana? Yup, biar kemasan vintage, tapi ini Halal loh. Heheheh.



Ingredients-nya, temaaaan. Masih ada turunan paraben tuh. 
Untuk jenis warnanya sendiri ada tiga: Kuning langsat, Kuning Pengantin, dan Natural. Aku pilih warna Natural aja. Kenapa? Karna warna kulitku bukan kuning langsat, dan kedua, karna aku gak tahu warna kuning pengantin itu kayak gimana. Temen-temen ada yg tahu ga?



Di dalamnya udah dapet cermin sama puff. Kemasannya ini lumayan compact tapi isinya banyak menurutku (19 g). Cerminnya bisa buat ngaca (ya eeeaaalah).



Berhubung ini Compact Powder dan bukan Two Way Cake, jadi si puff nya itu dari kain, bukan sponge. Dan puff-nya itu halus tapi kaku bo, cuman lumayanlah. Tekstur bedaknya sih halus sekali, lebih halus dari Maybelline, tapi agak berbubuk. Btw, ada wangi kembang setaman yang asli semerbak mekar mewangi banget loh, meskipun akan hilang setelah beberapa saat. Jadi buat yang suka bersin-bersin karna wewangian, kudu re-consider ya make ini. Aduh, sampe wanginya pun vintage. Hahahah.



Kayak gini warna shade Natural itu. Menurutku ini warna yang cukup universal yah, gak keputihan, gak terlalu gelap. Cocok buat hampir semua warna kulit. 



Coverage-nya lumayan kok, untuk bedak seharga ini. Tanganku itu banyak freckles, pokoknya udah dari sana-Nya gitu. Liat deh perbedaan bagian yang ketutup bedak, lumayan bisa nutup noda-noda hitam itu, meski gak full nutup banget. Ingat, ini bedak muka biasa, alias bedak tabur yang dipadatkan, bukan two way cake. Warnanya juga gak keputihan. Keliatan pake bedak, cuma gak keliatan overdo.

***

So far, kesimpulannya, bedak ini ringan banget buat dipake sehari, meski ada wangi kembang setaman, selama setaun pake ini tiap hari aku gak pernah ada purging di kulit wajah sama sekali. Kalo untuk ketahanan sih aku bisa bilang level-nya low to medium. Pernah juga beberapa kali aku pake jalan di tempat ber-AC, luntur dikit, idung plus jidat jadi mengkilat but masih oke. Aku pake kondangan juga pernah, lengkap dengan foundation plus face primer, performanya jadi keren banget, tahan lama bo. So, menurut pendapatku, ada beberapa faktor yang menentukan seberapa lama bedak ini bertahan di wajahmu: kondisi kulit, kondisi lingkungan, plus pemakaian base makeup. Btw, jenis kulitku normal-oily ya.

Aku udah beli ini dua kali, dan kayaknya bakal beli lagi terus dan terus. Rada kurang tertarik sih make two way cake, face powder biasa seperti ini atau Maybelline buatku udah cukup. Saran aja sih, kalo bukan buat acara resmi, pesta, atau manggung, lebih baik hindari deh keseringan make two way cake, karena kandungannya lebih berat dari compact atau loose powder. Kalo ngantor atau ke kampus kan kita udah pake SPF, face primer, belom lagi pake alas bedak atau BB Cream, itu aja udah nutupin pori-pori muka. Malah buat kamu yang kulit mukanya gak terlalu banyak bermasalah, cukuplah pake bedak aja, gak usah pake alas bedak segala. Kalo ada jerawat satu-dua biji, tutupin aja pake concealer di spot-spot tertentu. Gak apa-apa kok keliatan gak mulus-mulus amat, karena kita cuma manusia biasa. Gak mau kan, masih muda kulit udah kusem? Keliatan tua dong... males ih... Hehehehe. Peace yak, ini pendapatku loooh :)


Garis besar:
  • Kemasannya baguuuuus banget, vintage bo
  • Ada bau kembang setaman semerbak mekar mewangi
  • Tekstur halus tapi berbubuk
  • Puff-nya rada kaku
  • Case-nya gampang pecah, engsel kacanya juga gampang copot (pengalaman)
  • Staying power: low to medium (tergantung kondisi kulit dan base makeup)
  • Isinya banyak (19 g)
  • Halal product
  • Gampang didapet (aku beli di pasar tradisional)
  • Berapa? Sekitar IDR 8000-an. Di vivacosmetic.com sih IDR 10.300 (barusan nge-cek). Jadi jangan mau kalo beli di toko harganya lebih mahal dari itu ya.

Ponten buat bedak ini:
4.37 out of 5

Btw, aku agak jarang sih nemu review bedak ini di google, jadi rada susah nemu perbandingannya (biasanya suka bandingin pengalamanku sama orang lain). Teman-teman ada yang udah pernah pake ga?