Showing posts with label mustika ratu. Show all posts
Showing posts with label mustika ratu. Show all posts

Monday, December 28, 2015

Review: Mustika Ratu Bengkoang Whitening Night Cream

mustika-ratu-bengkoang-whitening-night-cream-review-esybabsy


Nggak sembarangan saya mau review skincare. Mungkin karena sifatnya lebih sensi dari kosmetik dekoratif biasa. Jadi kalo saya review skincare itu pasti yang udah cuco banget dan dipake dalam jangka waktu yang cukup lama.

Skincare yang saya mau bahas kali ini adalah krim malam Bengkoang dari Mustika Ratu. Awalnya beli ini karena saya gak punya krim malam, udah coba beberapa merk tapi gak pernah cocok. Jadi krim ini saya comot asal aja di Giant, bukan karena dari review mana-mana. Trust me, kalo kamu search produk ini di google, yang muncul cuma website jualan.


mustika-ratu-bengkoang-whitening-night-cream-review-esybabsy


Krim malam ini dikemas dalam jar plastik berwarna putih lengkap dengan kotaknya. Untuk jaminan kalo produk ini belom pernah dicolek-colek, pas awal beli kotaknya itu masih di-seal dengan plastik. Kotaknya yang di-seal ya, bukan jar-nya.



Produk ini saya beli di supermarket dengan harga sekitar IDR 21,000



mustika-ratu-bengkoang-whitening-night-cream-review-esybabsy


Walaupun kecil tapi isi jar-nya lumayan banyak. Sebenernya dia punya ekstra tutup lagi di dalam, tapi udah saya buang karena bikin rempong pas mau dipake. Krimnya berwarna putih dengan konsistensi yang tidak terlalu padat. Aroma krim ini mirip wangi khas bedak emak-emak jaman dulu, walaupun menurut tingkat toleransi indra penciuman saya, nggak terlalu menyengat.

Krim ini juga agak lengket kalo dipake, so buat yang punya muka berminyak mending jangan pake ini deh. Kebetulan jenis kulit saya normal oily, jadi no problem. Karena lengket makenya jangan banyak-banyak. Colek dikiiit aja, yang penting bisa cover seluruh muka dan leher. Aromanya emang agak ganggu, tapi lama-lama hilang kok.


mustika-ratu-bengkoang-whitening-night-cream-review-esybabsy



Klaim produk ini adalah mencerahkan kulit wajah. Saya rasa ini adalah klaim nomor dua paling mainstream bagi mayoritas wanita di Asia. Nomor satunya adalah: memutihkan kulit. Hehehehe... #sinis


mustika-ratu-bengkoang-whitening-night-cream-review-esybabsy


Meskipun nama produknya ada embel-embel 'whitening', saya gak merasa muka saya jadi lebih putih setelah beberapa lama pake ini. Mungkin karena saya pake jilbab, jadi muka dan tangan saya lebih item dibanding bagian kulit yang lain. Kecuali gigi ya. Tapi kalo efek mencerahkannya sih berasa banget. Flek-flek hitam akibat proses penuaan jadi lebih memudar, dengan catatan kalo saya juga pake masker bengkoang seminggu sekali. Sedangkan untuk efek purging, entah itu jerawat, bruntusan, atau mengelupas, saya tidak merasakan sama sekali dari awal pemakaian. Jadi saya beruntung sekali bisa menemukan produk ini dalam hidup saya.

Krim ini saya pake pas malem hari, karena namanya krim malam (ya iyyaalah...). Kalo kebetulan lagi rajin, sebelumnya saya akan membersihkan muka dengan milk cleanser, sabun wajah, toner, baru pake krim ini. Tapi pas lagi males, muka cukup diseka pake air keran saja. Yang penting gak berminyak, baru lanjut pake krim ini.

Satu hal yang sangat disayangkan, produk ini sulit didapatkan. Di pasar, supermarket, mini market, gak ada yang jual. Bahkan toko online resmi Mustika Ratu pun juga tidak ada.

Setelah lama mencari, akhirnya saya berhasil menemukan krim ini satu-satunya di sebuah toko online, itupun dibandrol dengan harga diskon. Hal ini semakin membuat saya bertanya-tanya, apakah produk ini masih diproduksi atau sudah diskontinyu?

Hingga kini, misteri ini masih belum terpecahkan.

Sedihnya, produk ini sudah menjadi krim malam holy grail saya. Kalau di-diskontinyu, saya tidak yakin apakah sanggup harus mencari krim malam lain dan melalui efek purging yang menyakitkan.




Friday, March 13, 2015

Review: Mustika Ratu Bengkoang Whitening 2 in 1 Face Cleanser

Setelah gonta-ganti skin care dari yang merk asal Korea, Jepang, Thailand, sampe Amrik, akhirnya gue menyadari bahwasanya skin care yang paling cihuy di gue itu berasal dari Indonesia, dan setelah coba beberapa merk, ada satu yang paliiing cocok di gue: Mustika Ratu.
 
Sebenernya gue mau kasi bocoran skin care rutin gue tapi belom nemu ramuan pas-nya. Pas itu maksudnya sesuai sama teori, jadi kalo gue share, gue gak disalahin banget atau dianggap menyesatkan. Heheheh.
 
Ok, maap preambule kepanjangan, jadi gue review aja nih salah satu produk Mustika Ratu yang gue pake sedikit melenceng dari fungsi aslinya.
 

 
Kalo ngomongin kemasan, produk MR itu emang keliatan paling anggun sendiri soalnya tutupnya kayak mahkota penganten. Pokoknya dari jauh walo cuma liat tutupnya, pasti tau deh kalo itu MR. Perasaan kaga ada berubah-berubahnya dari jaman gue kecil.

Produk ini biasanya gue beli dengan harga sekitar IDR 16K untuk 150 ml.
 
 





Seperti yang bisa kalian baca di botolnya, produk ini diklaim sebagai pembersih (clenaser) sekaligus penyegar (toner). Tapi sebenernya gue gak terlalu suka sama cleanser & toner yang disatuin kayak begini, soalnya biasa make secara terpisah.
 
 





Produk ini memiliki dua lapis cairan. Jadi sebelom dipake, make sure kamu kocok dulu botolnya sampe cairannya tercampur rata.
 
 


Cairannya berwarna putih dengan aroma wangi bunga yang lembut. Gue sih gak pusing sama baunya.
 
 
Oke, kita coba buat menghapus swatch lipstik Viva ya:
 



 
Lumayan untuk kosmetik yang kelas ringan aja bisa kehapus. Aku juga pernah pake ini buat menghapus gel liner Silky Girl & Elf, gampang kok hilangnya.
 
 
***
 
Emang produk ini diklaim cuma buat pembersih dan penyegar wajah, bukan pembersih makeup. Tapi gue sih selalu pake ini untuk bersihin makeup dan terbukti ampuh. Gue gak pernah pake ini buat cleanser dan toner karena untuk dua fungsi itu gue lebih seneng makenya secara terpisah, gak disatuin model gini.
 
Ada rasa lengket tiap kali habis pake ini, jadi sesudahnya harus dibilas lagi. Dan untungnya produk ini pas dipake gak ada rasa perih cekit-cekit gitu, pokoknya nyaman banget deh. Kecuali kalo masuk mata ya, perih... terus pernah keminum juga. Rasanya pait bo... blegh...
 
Jadi runutan gue makenya: hapus makeup/kotoran di muka pake cleanser ini & diseka pake kapas, trus gue gosok muka sekali lagi pake milk cleanser & diseka pake air, baru abis itu gue pake face wash, terakhir baru deh pake toner biar gak berasa kering banget. See? gue make cleanser ama toner dipisah.
 
Pembersih ini di gue ya, selain dia ga berasa perih, juga gak bikin muka gue tambah kering atau tambah berminyak. Ya gitu-gitu aja, tetep normal. Dan selama gue make ini, muka gue yang cuma satu-satunya ini juga gak tambah keliatan kusam. Ngga tau deh apa itu efek dari ekstrak bengkoangnya, atau emang efek dari skincare laen yang gue pake. Tapi so far sih gue puas banget pake produk ini. Menurut gue loh ini, skincare kan cocok-cocokan cyiiin.
 
 
 
 
 

Sunday, January 4, 2015

Review: Mustika Ratu Amuspa Buketan Series -- Lipstick & Blusher

Mustika Ratu is one of many Indonesian leading cosmetic brands, one of the oldest, ranges from makeup, skin care, body care, slimming products, to bath and spa needs. Here I would like to review their lipstick and blusher from Amuspa Buketan series, part of the makeup trend launched in 2012. FYI, that series was dominated with baby pink and soft purple shades, my kinda colors.

Let's check out their performances, shall we?





BLUSHER


Their blusher series come in two shades, pink and teracota. I chose the pink one since teracota would only make my face look clownish.


The packaging is made of transparent and golden plastic, kinda cute actually, equipped with mirror and a brush with similar color. So far I love the packaging, it doesn't look cheap at all.

And to tell you the truth, this blusher is actually very small, only 3.2 gr. So if you're kinda big spender person who would use this everyday, you'll find the content is pretty cheapskate for IDR 42K. The brush for me is not very useful, it's so skinny, so I prefer using my own brush. How can I use a blusher with skinny brush?

The shade is baby pink. The picture above is the real color in reality. At first I kinda doubt it will show off, but I was wrong. The shade comes in a pretty pink color on my face, but only if you use foundation or BB cream first.



LIPSTICK


The Amuspa Buketan lipstick comes only in two shades: purple and pink. Mine is purple.


Similar to the blusher, the lipstick packaging comes in a beautiful golden tube. The purple shade here is not the kind of purple I was looking for, but it's a safe color. The one you'd call pink undertone purple or pinkish purple. The price was around IDR 35K.

What I don't like from this lipstick is the smell. It smells like candy the first time you open the tube, but once you apply it on your lips, it doesn't smell very good. How should I explain it? Ever used Dior Addict lipstick before? It's pretty similar.

This lipstick gives you creamy effect, doesn't dry your lips, and the staying power is medium. The pigmentation is the least thing I like, very very poor. I had to apply several times before achieving an opaque shade like this:






This is the color swatch on my inner hand with indoor lighting.


1. Lipstick swatch
2. Blusher swatch




CONCLUSION

Blusher
Nice packaging & travel size friendly
That's why the nett weight is only 3.2 gr
Price: IDR 42K, may vary
The brush is too small, not very usable
Matte effect
Medium pigmentation
Medium staying power
Pretty baby pink shade


Lipstick
Nice packaging
Pink undertone purple
Bad smell
Poor pigmentation
Creamy effect
Medium staying power
Price: IDR 35K, may vary


Repurchase?
No. They come in pretty colors and cheap price but I can get so much better quality from other local brands compare to this, even with cheaper price. This is the first time I ever use their makeup line and to be honest I kinda dissapointed by the quality. Well, that's my own opinion. I use their cleansing milk and face toner tho' and I like them, but the cosmetics? Big no no for me.

What about you?









Review: Mustika Ratu Peeling Mundisari & Krem Masker Bengkoang

Hai!

Kayaknya sebuah beuaty blog ga lengkap kalo belom ada post tentang ritual perawatan muka yah. Udah lama emang aku pengen bikin post lengkap tentang itu, tapi kok ya sampe sekarang aku belom nemu produk yang bener-bener ngaruh ke muka. Kebetulan mukaku juga ga 'rewel' banget, tapi bukan berarti ga perlu dirawat, secara udah tua juga. Tapi so far, produk yang aku pake gak signifikan banget hasilnya. Tambah ancur nggak, tapi bikin muka better ya ngga juga.

Tapi buat sementara waktu, boleh deh aku share tentang dua produk ini dulu. So far, aku udah fix deh sama si kakak beradik ini, Peeling Mundisari dan Krem Masker Bengkoang dari Mustika Ratu. Yuk, cekidot.



***

MUSTIKA RATU PEELING MUNDISARI



Peeling ini dulu tube-nya berwarna putih dengan motif bunga pink, persis kebaya kondangan. Bagus sih. Tapi tampilan barunya juga gak kalah kece kok. Warnanya putih (lebih mengkilat), ada warna ijo plus motif batik di depannya. Tapi ga penting juga sih ngebahas kemasannya...

Harganya IDR 25K untuk kemasan 125 gr. Bisa bervariasi.




Sebenernya si Mundisari ini ada juga dalam kemasan sachet berisi peeling berbentuk bubuk, kalo gak salah ya. Tapi aku orangnya pemales. Ntar musti tuang di piring, kasih air mawar lah, kasi apa lah, trus diaduk. Aaargh, ribet ngebayanginnya. Belom tentu juga piringnya bersih. Yo wis, aku beli yang tube aja.

Klaim-nya Mustika Ratu sih nggak neko-neko ya. Pokoknya dia membantu membersihkan dan mengangkat sel kulit mati. Tiap pagi pas kamu bangun tidur, sadar atau nggak, kulitmu berregenerasi. Dan sisa kulit yang udah 'nggak kepake lagi' (istilahnya kulit mati) sebagian ada yang terbang terbawa udara, ada juga yang tetap tinggal di permukaan kulitmu. Inilah dia fungsinya penggunaan peeling selama beberapa kali seminggu. Kalo gak di peeling, muka gampang kusem, gak cerah karena ketutup sama sel kulit mati.



Ketawa pas baca Fenugreek di ingredients-nya. Jadi inget dulu suka minum itu buat ngelancarin ASI. Oops, sorry, out of topic. :D



Kalo tutupnya model flip cap yang praktis. Yeaaay! Seneng banget ada tutup model begini. Kalo dulu seingetku modelnya diputer-puter, dan suka jatoh di lantai kamar mandi. Jijik deh.



Tekstur krimnya kental dan berwarna hijau pupus. Seperti peeling cream pada umumnya, krim ini mengandung butiran scrub, tapi scrub-nya itu haluuuuus banget. Susah motonya biar keliatan, tapi baru akan berasa kalo diraba.

Kalo ngomongin soal bau, yang biasa pake skin care-nya Mustika Ratu udah tau ya. Baunya itu jamu sekali, tapi nggak terlalu menyengat kok. Seger malah. Aku yang ga terlalu suka bau jamu sih gak masalah dengan baunya.

Proses peeling menggunakan Mundisari ini menyenangkan buat aku. You know kalo abis seharian beraktivitas (ciah-elah!) rasanya pegel nih muka. Nah scrubing wajah penggunakan peeling ini bikin mukaku serasa dipijet. Dan karena scrubnya itu halus, rasanya enak dan gak perih. Asal gosoknya jangan pake tenaga badak ya.

Nah, biasanya (selalu sih) setelah menggunakan peeling Mundisari, aku akan lanjut ke produk berikut ini:

***

MUSTIKA RATU KREM MASKER BENGKOANG




Kemasannya hampir sama dengan Mundisari. Tube putih dengan tutup flip cap. Cuma bedanya ada motif batik warna kecoklatan di depannya. Ini juga kemasan baru. Yang lama tadinya juga putih dengan motif bunga pinky. Enak juga ya kemasan baru ini. Jadi gampang membedakan satu produk dengan produk lain. Kalo dulu mah, musti hati-hati banget baca dekskripsinya biar ga ketuker. ^_^

Harganya IDR 23K untuk kemasan 125 gr dan IDR 15K untuk kemasan 14 gr. Tapi bisa bervariasi.



Klaimnya produk ini adalah mencerahkan dan menyamarkan noda dengan kandungan ekstrak bengkoang yang emang terkenal banget khasiatnya. Menggiurkan banget ya buat kebanyakan wanita Indonesia. Tapi jangan salah. Dia hanya mengklaim 'mencerahkan', bukan 'memutihkan'. Beda ya, beda. Cerah itu adalah tampilan kulit yang keliatan bersih dan seger, apapun warna kulitmu. :)





Krimnya putih dan agak cair. Baunya juga bau jamu banget ya, meski beda tipe baunya dengan peeling di atas. Teksturnya halus, ga ada scrub aneh-aneh. Kalo mengering akan berubah menjadi kerak putih. Ya iyalah, masker di mana-mana pasti mengering.

Biasanya aku pake ini setelah menggunakan peeling Mundisari. Dan enaknya Mustika Ratu itu, di aku gak bikin muka perih. Tau dong kalo abis peeling, biasanya ada bagian kulit yg terangkat dan sering bikin perih. Emang skin care cocok-cocokan sih, dan so far satu-satunya produk lokal yang gak perih di aku ya cuma Mustika Ratu aja. Ga tau deh kenapa.

Cara aku mengoleskan ke wajah mungkin agak beda ya sama kebanyakan orang. Biasanya masker ini dituang ke wadah trus dioleskan dengan bantuan kuas masker. Tapi, sekali lagi, karena aku malesnya ampun-ampunan, langsung aja aku pencet tube-nya, keluarin di ujung jari, terus oles deh pake jari. Selain kemalasan, alasan lain juga karena aku gak terlalu percaya dengan kebersihan wadah dan kuasnya. Kalo mau bersih, ya bisa sih dicuci dulu, tapi males ah. Hihihihi...

Mungkin ada yang beranggapan kalo masker ini keringnya lama. Di aku sih ngga. Makanyangolesnya jangan terlalu tebal, tipis aja asal kulit wajah udah ketutup. Efek setelah maskeran pake ini, kulit berasa lebih adem, seger, dan lebih cerah. Kalo fungsi mencerahkan ini, menurutku masker ini jagoannya. Curhat dikit, dulu suamiku pernah kena cacar waktu SMP. Tiap hari dia pake masker ini selama seminggu, dan bekas cacarnya ga keliatan sama sekali. Murah meriah sekali ^_^

Berikut urutan aku menggunakan produk ini:
  1. Bersihkan wajah menggunakan makeup remover (kalo sebelumnya kamu pake riasan wajah, kalo ga ya ga usah) lalu seka menggunakan kapas.
  2. Bersihkan wajah menggunakan Milk Cleanser (atau produk sejenis yang biasa kamu pake), pijat ke seluruh wajah, lalu seka dengan kapas. Ulangi langkah ini sampai kapas menjadi putih.
  3. Baru deh pake peeling. Gosok perlahan ke seluruh wajah. Hindari daerah mata. Diamkan satu menit aja sampe scrub-nya berasa kering.
  4. Bilas dengan air hingga bersih.
  5. Lalu lanjutkan dengan masker wajah, hindarkan daerah mata dan bibir.
  6. Ulangi langkah 3, 4, dan 5 sekali atau dua kali seminggu.
*biasanya aku suka skip langkah 1 dan 2 kalo lagi gak pake makeup apa-apa. Malesss. Hehehe.

***

Okay, sekian dulu tulisanku kali ini. Someday, someday ya, aku Insha Allah mau share rutinitas perawatan muka aku, tapi nanti kalo produknya udah fix enak dipakenya. Hehehe...

See you!











Monday, August 18, 2014

“Everyday with Simply Stay by Mustika Ratu” Blogging Competition

Rasanya udah lama banget aku ga review produk-nya Mustika Ratu nih.

Beberapa waktu lalu aku dikirimkan sample size produk terbaru dari Mustika Ratu bernama Simply Stay. Konsep dari lini ini adalah rangkaian tata rias dasar yang ditujukan bagi kamyu-kamyu para wanita aktif (baca: sibuk), suka dandan simple, dan selalu pengen keliatan cantik. 

Ini dia penampakannya ^^


Kotaknya lumayan lebar loh. Di sampul depannya ada gambar Elvira Devinamira, Putri Indonesia 2014. Ada logo Halal di sudut kanan bawahnya. Keliatan gak? Tapi tanpa logo ini sih, aku udah tau kalo Mustika Ratu adalah kosmetik Halal. ^^



Rangkaian produk Simply Stay ini memiliki tag line Soft, Moist, Long Last. Ada lime jenis produk: Pelembab, Liquid Foundation, Stick Foundation, Loose Powder, dan Two Way Cake.

Simply Stay dari Mustika Ratu ini adalah rangkaian kosmetik dasar yang diklaim memiliki tekstur lembut, dapat melembabkan dan menghaluskan kulit, mudah digunakan, bersertifikat Halal, dan yang paling penting, mampu bertahan hingga 12 jam. Karena konsep itulah maka rangkaian produk Simply Stay ini cocok banget dipake buat kamu-kamu yang aktif dan sibuk, dituntut serba cepat, tapi tetap berpenampilan oke. Apalagi, karena produksi dalam negri, maka formula, kandungan bahan alami, dan pilihan warnanya telah disesuaikan dengan kulit orang Indonesia. Harganya juga ada di tengah-tengah, alias masih terjangkau. Dan bersertifikat Halal pastinya. ^_^

Apa saja yang kandungan dalam rangkaian produk Simply Stay ini?
  1. Curcuma Heyneana Root Extract.  Itu istilah kerennya. Artinya? Bukaaaan, ini bukan ekstrak buah mengkudu, tapi orang endonesa bilangnya ini Temu Giring. Fungsinya banyak. Salah satunya adalah melembabkan, menghaluskan, dan mencerahkan kulit.
  2. Tocopheryl Acetat. Nama bekennya adalah Vitamin E. Berfungsi sebagai antioksidan alami terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh radikal oksigen reaktif dan sinar ultraviolet.
  3. Octyl Methoxycinnamate. Zat yang banyak terkandung dalam produk sunscreen dan lip balm. Gunanya adalah untuk melindungi wjaah dari paparan sinar matahari  (UV B).

Oke deeeh, sekarang kita intip isi dalem kotaknya:


Isinya berupa sample size dari rangkaian produk berikut ini:
1. Dua sample tubes berisi Simply Stay Moisturizer
2. Empat samples tubes berisi Simply Stay Liquid Foundation
3. Empat sample pans Simply Stay Stick Foundation
4. Empat sample pans Simply Stay Two Way Cake

Sebenarnya ada lagi satu produk dari lini Simply Stay ini yaitu Loose Powder-nya namun tidak diikutsertakan dalam sample yang diberikan.

Sekedar info, selain pelembabnya, tiap produk dari rangkaian Simply Stay ini memiliki empat jenis warna yang tentunya telah disesuaikan dengan warna kulit orang Indonesia pada umumnya yang berwarna dasar kekuningan dan kecoklatan.

Nih dia warnanya:


Daripada bingung dengan keempat jenis warna ini, yuk aku jelasin satu persatu.
  1. Pearly White. Untuk kulit putih atau terang. Walaupun sebenernya cocok juga dipake buat yang skintone-nya medium karena shade ini tidak terlalu terang seperti BB Cream keluaran produk Korea. :D
  2. Smoothie Yellow. Untuk kulit dengan undertone kekuningan.
  3. Caramel Latte. Untuk warna kulit sawo matang.
  4. Sweet Choco. Untuk kulit gelap. Bisa juga digunakan sebagai shading.
Ngomong-ngomong, nama warnanya itu kayak nama minuman ya, hmmm, slurp!

Curhat dikit ah. Waktu pertama buka kotaknya, aku 'terkejut' (halah, bahasanya!) dengan penampakan warna Sweet Choco. Asli, aku emang norak banget, karena seingetku, aku belom pernah liat ada produk lokal yang ngeluarin warna makeup dasar segelap ini. Ada sih, Moor's namanya, professional line-nya Mustika Ratu, tapi jarang banget aku liat Moor's. Dalam benakku, kalo sampe aku beli full size-nya stick foundation warna ini pasti bakalan asik banget, karena itu berarti aku akan punya cream shading dengan harga yang terjangkau dan mudah didapat. Plis deh, selama ini kan ngarep dapet produk sejenis, ya cuma dari Coastal Scents, itu juga masih kemahalan buatku, bentuknya juga palet berisi beberapa warna yang so pasti gak semua akan kepake. Hiks...

***

MOISTURIZER 




Ada dua jenis pelembab dari rangkaian produk ini, yaitu untuk kulit normal cenderung kering, dan untuk kulit normal cenderung berminyak. Tekstur keduanya kurang lebih sama, berupa krim putih yang tidak terlalu kental dan agak lengket di kulit. Butuh waktu agak lama sebelum krimnya benar-benar diserap oleh kulit, tapi setelah diserap, krimnya tidak lagi terasa lengket dan wajah rasanya jadi lembut banget, nyaman deh, rasanya muka jadi kenyal-kenyal gimanaaa gitu. Satu info penting, produk ini beraroma kembang setaman mekar mewangi. Sebagai penggemar wewangian, aku aja agak terganggu dengan aromanya, apalagi buat yang hidungnya sensi. Hihihihi... Satu lagi yang agak mengganjal di benakku, kenapa ya varian pelembabnya hanya ada dua. Bukankah jenis kulit itu ada juga yang kering, berminyak banget, acne prone, bahkan sensitif? Atau memang sebenarnya ada tapi nggak masuk dalam sample ini?

Anyway, aku udah nyoba ini selama hampir seminggu. Entah apa karena kulitku nggak sensi, tapi pelembab ini cocok-cocok aja di aku, nggak bikin jerawatan atau kusem. Aku pake pelembab untuk jenis kulit normal-oily. Buat kamu, tinggal pilih aja pelembab yang paling mendekati jenis kulitmu. Meskipun begitu, aku sih menyarankan kamu memiliki dua jenis pelembab ini, gak cuma satu, karena kondisi kulit tiap orang cenderung untuk berubah dari waktu ke waktu. 

Full size pelembab ini berisi 35 ml dalam kemasan tube, seharga IDR 15,000

***

LIQUID FOUNDATION




Hadeeeh swatch-nya rada berantakan. Maaf yaaa. Hihihihi. Kira-kira begini warna tiap shade-nya. Kalo dilihat lagi, kayaknya aku lebih cocok ke warna Pearly White deh, untuk saat ini loh. Meskipun shade-nya paling terang tapi tetap berwarna dasar kecokelatan, bukan abu-abu seperti kebanyakan foundation atau BB Cream buatan Korea yang sering kupake, jadi jatohnya di aku juga gak keputihan. Dan untuk warna Sweet Choco-nya, OMG, bagus banget  ^_^ 

Oke, enough ngomongin soal warna. Teksturnya itu nggak terlalu cair, tapi nggak kental banget. Nge-blend-nya gampang deh. Hasil yang diberikan adalah medium, nggak bisa nutup noda di wajah banget, apalagi kalo punya mata panda kelas berat kayak aku, harus ditambah ekstra concealer lagi biar bisa benar-benar tertutup. Tapi kelebihan fondation dengan hasil medium adalah sifatnya yang buildable, so kamu bisa menyesuaikan tingkat ketebalannya dengan kebutuhan kamu. Oles aja terus sampe beberapa lapis untuk mendapatkan hasil yang kamu inginkan. Jadi cocok banget buat dipake  sehari-hari. Aku pake yang Pearly White dengan di-set Simply Stay TWC, dan memakainpelembab Simply Stay sebelumnya, cukup bisa bertahan hingga 6 jam di kulitku yang normal-oily. Tanpa bantuan primer atau setting spray. Hidungku juga aman dari kilap bo! Joget dulu ah... Oh ya, finishing yang dihasilkan oleh foundie ini adalah dewy look, jadi cocok deh buat kamu yang pengen tampil glowing. Rasanya di kulit juga halus and soft banget, resiko untuk tampil 'cakey' sepertinya minimal banget kalo pake foundie ini.

Namun, sayang sungguh sayang, kalo ngomongin soal aromanya itu, sama bangeeet ama pelembabnya: semerbak mekar mewangi menggoda iman. Bau bedak jadul banget. Heheheh...

Produk ini dijual full size dalam kemasan tube 50 ml dengan harga IDR 78,700.


***

STICK FOUNDATION






Hal yang paling menarik dari stick foundation ini adalah baunya yang enak, sekilas kayak bau coklat, beda banget deh dengan liquid foundationnya. Hehehehe.

Teksturnya itu padat, bukan krim. Agak susah juga sih aku nyolek dari pan-nya. Tapi kalo aku liat sepertinya produk ini akan dikemas dalam bentuk retractable stick, seperti stick foundation-nya Kryolan. Pokoknya yang bisa diputer-puter gitu deh. So, maybe kamu gak perlu colek-colek kalo mau make foundie ini. Cukup langsung oles aja di muka, atau colek deh pake sponge/kuas langsung dari stick-nya. Kalo untuk countouring, stick foundation ini lebih mudah diaplikasikan karena teksturnya yang padat. Aku pake si Sweet Choco untuk cntouring, hasilnya bagus. Warnanya gak terlalu kemerahan. Sayangnya si Pearly White yang paling terang itu gak bisa aku pake buat concealer/highlight karena warnanya yang senada dengan kulitku.

Untuk coverage dan daya tahannya sih kurang lebih sama dengan liquid foundie. Medium result dan bertahan hingga 6 jam lamanya. Finishing looknya matte.

Produk ini dijual full size dalam kemasan stick 15g seharga IDR 50,000.


***

TWO WAY CAKE



Pas aku colek TWC ini, rasanya di ujung jari itu lembut banget, dan pas di-apply ke wajah juga berasa ringan sekali. Untuk nge-set foundation, TWC ini nggak terlihat cakey, dengan hasil coverage yang medium.  Tapi aku pernah pake ini dengan hanya bermodalkan concealer, tanpa foundie. Hasilnya nggak nempel bo. Jadi berbubuk gitu, gak rata. Aromanya lumayan semerbak mewangi untuk ukuran TWC, meski gak lebay kayak liquid foundie dan pelembabnya. Somehow, shade Sweet Choco tidak segelep seperti di produk lainnya.

Two Way Cake ini dijual dengan harga eceran IDR 75,000 sedangkan Loose Powder-nya yang tidak diikutsertakan dalam sample dan review ini dibandrol dengan harga IDR 60,000 dalam kemasan 20gr.

***

BASIC MAKEUP TUTORIAL

Setelah kenalan satu persatu dengan rangkaian basic makeup dari Simply Stay Mustika Ratu ini, yuk aku tunjukkin gimana cara pengaplikasiannya.



Pertama adalah: start with your clean bare face. Kalo kamu gak bisa cuci muka (lagi kepepet misalnya), cukup tepuk-tepuk wajah kamu pake kapas basah, lalu keringkan. 



Oleskan pelembab yang sesuai dengan jenis kulit wajahmu, atau minimal yang paling mendekati. Di sini aku menggunakan pelembab untuk jenis kulit normal to oily. Ratakan lalu diamkan selama beberapa menit hingga benar-benar meresap (kok kayak bikin kue ya?). Setelah itu apply liquid foundation secara merata ke seluruh bagian wajah. Setelah rata, tumpuk foundie-nya dengan two way cake powder menggunakan kuas bedak. Tipis aja, sekedar untuk menjaga foundie-nya biar gak luntur aja. Di sini aku menggunakan liquid foundation dan two way cake Pearly White.



Highlight tulang pipi (membentuk segitiga), bagian bawah kening, bagian tengah hidung, dan dagu menggunakan cream concealer. Lalu kontur bagian luar kening, pinggiran hidung, bagian bawah dagu, dan tulang pipi menggunakan cream contouring. Di sini aku menggunakan stick foundation Sweet Choco untuk contouring-nya, dan Revlon Colorstay Concealer (Light) untuk highlighting-nya. Aku gak pake stick foundie Pearly White karena warnanya kurang terang untuk highlight.



Blend highlight dan contouring-nya menggunakan alat apapun yang kamu suka. Di sini aku menggunakan jari. Make sure untuk blend highlight-nya dulu baru contour-nya supaya warnanya nggak kecampur. Tapi ingat, jangan over blend ya. Lalu tumpuk lagi dengan two way cake. Terakhir retouch lagi contour wajah kamu menggunakan contouring bubuk/padat. Di sini aku pake two way cake Sweet Choco, tapi bisa juga diganti eyeshadow coklat tua atau contouring kit biasa.

***

Basic makeup sudah selesai, sekarang tinggal kamu dandan deh dengan gaya sesukamu. Kalo di sini aku mix makeup ulzzang dan gyaru. Ulzzang untuk wajahnya lengkap dengan gradient lips dan highlight tulang pipi yang berkilat-kilat heboh, sedangkan untuk eye makeupnya, aku nyontek style neo gyaru. Tau deh mirip apa kaga, secara ini muka kaga ada korea-korea-nya acan.








Rasanya gak sabar deh nungguin bisa beli full size-nya si Simply Stay ini. Yang ku incer tuh pelembabnya (soalnya adem di muka), stick foundie Sweet Choco (buat cream shading), liquid foundation Pearly White (hasilnya glowing bo!), dan Two Way Cake Sweet Choco (buat powder shading).

***

Acara ini diorganisir oleh B Blog Indonesia dan disponsori oleh Mustika Ratu


***

See you on my next posts!





Latest Post

Review: Koelf Ruby Bulgarian Rose Hydrogel Eye Patch